062 | Tuesday, 20 October 2026 | 13:44 WIB  


Surabaya, 20 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), ikut mewarnai forum akademik internasional lewat seminar “Ramakatha: A Civilisational Bridge Between Bharat and Indonesia” pada Selasa (20/10/2026). Ketua prodi, Dr. Amiruddin Hadi Wibowo, S.Pd., M.Pd., tampil sebagai salah satu pemateri dan menjadi wakil prodi di hadapan para akademisi India dan Indonesia.

Seminar ini diselenggarakan bersama oleh UWKS, Council of Indic Studies and Research (CISR) New Delhi, Institute of Advanced Sciences (INADS) Dartmouth, Amerika Serikat, dan Indian Council for Cultural Relations (ICCR). Acara digelar daring melalui Zoom pukul 12.00 WIB dan disiarkan langsung di kanal YouTube CISR, dengan sekitar 100 peserta dari berbagai negara.

Dari Ramakatha ke Kewijayakusumaan

Dr. Amiruddin membawakan materi “From Ramakatha to Kewijayakusumaan: Language, Arts and Cultural Education as a Civilisational Bridge between Bharat and Indonesia.” Ia menghubungkan kisah Rama, warisan bersama India dan Indonesia yang hidup dalam Kakawin Ramayana, relief Prambanan, wayang, dan sendratari, dengan nilai-nilai kewijayakusumaan yang menjadi jati diri UWKS.

Menurutnya, pendidikan bahasa, seni, dan budaya bisa menjadi jembatan peradaban, dan kelas bahasa Inggris adalah salah satu ruang paling strategis untuk itu. Ia memaparkan empat pendekatan yang dapat diterapkan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris:

  • 1. Intercultural Reading: teks bahasa Inggris singkat tentang budaya lokal dan India.
  • 2. Storytelling & Drama: mahasiswa menceritakan ulang dan memerankan kisah budaya seperti Ramayana.
  • 3. ESP for Tourism: bahasa Inggris untuk keperluan khusus, seperti memandu wisatawan di situs budaya.
  • 4. English as a Bridge: bahasa Inggris sebagai sarana memperkenalkan warisan Indonesia kepada Bharat dan dunia.

“English carries local culture outward; stories carry values inward,” tulisnya dalam presentasi. Bahasa Inggris membawa budaya lokal ke panggung dunia, sedangkan cerita menanamkan nilai ke dalam diri peserta didik.

Gagasan ini sejalan dengan arah Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UWKS yang tidak hanya mencetak calon guru yang mahir berbahasa, tetapi juga peka budaya dan siap menjadi duta budaya Indonesia di tingkat global.

Forum lintas negara

Seminar dibuka dengan opening remarks oleh Prof. Dr. Kaushal Panwar, ICCR Chair of Indian Studies (Sanskrit) di UWKS sekaligus koordinator acara. Prof. Balram Singh, Presiden INADS, menguraikan persebaran Ramayana di Asia, termasuk tradisi Khon dan Ramakien di Thailand. Dari UWKS juga hadir Dr. Abdus Sair,  Departemen Sosiologi. Koordinasi acara didukung Dr. Pramod Kumar Singh (INADS), dengan Ms. Preeti Anand sebagai convener.

Keterlibatan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam forum ini menunjukkan peran aktif FKIP UWKS dalam jejaring akademik internasional, khususnya kerja sama pendidikan dan budaya Indonesia–India.